Rekomendasi Olahan Singkong

Rekomendasi Olahan Singkong yang Jarang Dibuat Orang, Inovasi Kuliner yang Mengunggah Selera

Singkong – umbi-umbian yang melimpah di Indonesia, seringkali hanya diolah menjadi penganan tradisional seperti singkong rebus, goreng, atau keripik. Namun, potensi singkong jauh lebih besar dari sekadar hidangan klasik yang sudah akrab di lidah masyarakat.

Berbagai kreasi baru ini tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda, tetapi juga

membuka peluang bisnis menarik bagi para pelaku usaha. Dengan sentuhan kreativitas, singkong bisa menjadi bintang utama dalam hidangan yang sebelumnya didominasi bahan lain.

Liputan6 akan mengulas lima olahan singkong yang jarang dibuat orang, namun memiliki cita rasa istimewa dan potensi besar untuk menjadi tren kuliner. Dari hidangan ala

Eropa hingga perpaduan bumbu Nusantara. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Senin (5/1/2026).

1. Skotel Singkong

Skotel singkong merupakan salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang, menawarkan adaptasi menarik dari hidangan klasik Belanda. Biasanya, skotel menggunakan makaroni atau kentang sebagai bahan dasar, namun kini singkong berhasil menggantikan peran tersebut dengan sempurna.

Dalam pembuatannya, singkong yang telah diparut halus dan dikupas bersih dicampurkan ke dalam adonan skotel. Adonan ini umumnya terdiri dari telur, susu cair, saus tomat, sosis, dan berbagai bumbu penyedap.

Baca Juga: Resep Kue Engkak Ketan Khas Palembang: Warisan Kuliner Legit yang Menggugah Selera

Skotel singkong biasanya ditaburi keju parut di atasnya sebelum dipanggang hingga matang. Hasil akhirnya adalah hidangan yang lezat, gurih, dan memiliki daya tarik visual yang menggoda.

2. Pizza Singkong

Mendengar “pizza singkong” mungkin terdengar tidak biasa atau bahkan aneh bagi sebagian orang,

namun ini adalah salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang dan patut dicoba. Inovasi kuliner ini berhasil menggabungkan umbi lokal dengan hidangan populer asal Eropa.

Meskipun detail resep spesifik tidak disebutkan, ide dasar pizza singkong adalah menggunakan singkong sebagai komponen utama, kemungkinan besar sebagai pengganti adonan roti atau sebagai salah satu topping.

Pizza singkong tidak hanya menawarkan pengalaman rasa baru, tetapi juga membuka pintu bagi eksplorasi lebih lanjut dalam dunia kuliner fusion. Hidangan ini bisa menjadi

pilihan menarik bagi mereka yang mencari alternatif unik dari pizza konvensional, sekaligus memperkenalkan singkong dalam bentuk yang lebih modern dan internasional.

3. Brownies Singkong

Brownies singkong adalah variasi modern dari kue cokelat populer yang menghadirkan sentuhan lokal. Ini adalah salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang

namun memiliki potensi besar untuk digemari. Kunci dari kreasi ini adalah penambahan singkong rebus yang telah dihaluskan ke dalam adonan brownies standar.

Salah satu keunggulan brownies singkong adalah rasa singkong yang tidak terlalu menonjol, sehingga banyak penikmatnya mungkin tidak menyadari bahwa bahan dasar

utamanya adalah singkong. Hal ini menjadikannya pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang baru tanpa terlalu jauh dari rasa familiar.

Untuk meningkatkan kenikmatan, brownies singkong dapat ditambahkan dengan parutan keju atau taburan kacang almond. Tambahan ini tidak hanya memperkaya rasa dan tekstur, tetapi juga membuat tampilan brownies menjadi lebih menarik.

4. Salad Singkong

Salad singkong merupakan inovasi olahan singkong yang jarang dibuat orang, menyajikan hidangan sehat dan kaya nutrisi. Konsep ini menggabungkan potongan

singkong rebus yang empuk dengan berbagai sayuran segar. Perpaduan ini menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyegarkan dan menyehatkan.

Tidak hanya sayuran, salad singkong juga dapat diperkaya dengan tambahan sumber protein

seperti daging ayam atau udang. Kombinasi ini memastikan bahwa hidangan memiliki kandungan gizi yang seimbang, mencakup karbohidrat dari singkong dan protein dari daging atau udang.

Penyempurnaan rasa pada salad singkong dilakukan dengan menambahkan saus salad lezat yang sesuai selera. Dengan demikian, salad singkong tidak hanya menawarkan keseimbangan nutrisi, tetapi juga pengalaman rasa yang memuaskan.

5. Singkong Bumbu Rendang

Singkong bumbu rendang adalah salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang, namun menawarkan perpaduan cita rasa Nusantara yang kaya dan autentik.

Hidangan ini menggabungkan singkong dengan bumbu rendang yang terkenal akan rempahnya yang melimpah.

Proses pembuatannya cukup sederhana, dimulai dengan merebus potongan singkong hingga empuk. Setelah singkong siap, kemudian ditumis bersama bumbu rendang yang telah disiapkan.

Hasil akhirnya adalah hidangan unik yang memadukan rasa khas singkong dengan kelezatan bumbu rendang secara bersamaan. Singkong bumbu rendang tidak hanya

memanjakan lidah dengan cita rasa yang mendalam, tetapi juga menunjukkan fleksibilitas singkong dalam beradaptasi dengan masakan Indonesia yang kaya rempah.

Kenapa Orang Korea Jarang Makan Sendiri?

Kenapa Orang Korea Jarang Makan Sendiri? Ini Tradisi dan Kebiasaan Kuliner Uniknya

Jakarta – Seoul! Korea Selatan tak hanya dikenal sebagai pusat budaya populer, tetapi juga kota dengan tradisi kuliner yang kuat. Tradisi ini berakal pada kehidupan sehari-hari warganya.

Makanan di ibu kota Korea Selatan ini mencerminkan nilai budaya, kenbiasaan sosial, hingga cara masyarakat memandang kebersamaan. dari menu makanan sederhana,

pola makan yang berbeda, hingga kebiasaan menyantap hidangan secara bersama-sama, kuliner menjadi bagian penting dalam ritme-hidup kota seoul.

Baca Juga: Kuliner Terites Khas Suku Karo, Kuliner Unik yang Bikin Penasaran

Beragam tradisi makan tersebut masih dijaga di tengah modernisasi Seoul yang bergerak cepat, inilah sejumlah tradisi kuliner khas yang membuat pengalaman bersantap di Seoul istimewa, dilansir dari Induge express.

1.. Ratusan Jenis Kimchi

Bagi banyak wisatawan, kimchi seiring dipersiapkan sebagai sawi putih jelas pedas pendamping nasi. Padahal di Seoul, kimchi merupakan resprentasi bduaya yang jauh lebih luas.

Terdapat ratusan jenis kimchi yang dibuat dari bahan, musiman, dan teknik fermentasi berbeda, mulai dari  kimchi mentimun yang segar hingga kimchi lobak difermentasi berbulan-bulan. Setiap keluarga memiliki resep khas yang diwariskan turun-temurun.

Tradisi membuat kimchi secara bersama-sama pada musim gugur, yang dikenal sebagai kinjang, bahkan diakui Unesco sebagai warisan budaya tak benda.

2. Sarapan Nasi dan Aneka Lauk

Konsep sarapan di Kota Seoul sering mengejutkan pendatang baru dan wisatawan di sana, Tidak ada roti panggang atau sereal khas sarapan Barat yang praktis. Sebaiknya, sarapan disajikan lengkap dengan nasi, sup hangat, dan berbagai lauk pendamping seperti makan siang atau malam.

Filosfinya sederhana, tubuh membutuhkan asupan yang cukups sejak pagi. Semangkuk sup rumput laut atau dibenjang jigae dipercaya memberi energi dan ketenangan sebelum beraktivitas.

Tidak ada pembagian pasti terkait menu yang disajikan saat sarapan atau makan malam dalam budaya Korea. Pola makan ini mencerminkan keseimbangan nutrisi dan gizi seimbang.

3. Jajanan Kaki Lima Beragam di Seoul

Street Food atau jajanan kaki lima di Kota Seoul bukan sekedar cemilan saja, melainkan hasil kesiapan para penjual makanan yang diasah puluhan tahun. Banyak pedagang makanan di Seoul yang hanya menjual satu jenis makanan, seperti tethoboki atau hotteo dan bertahan selama puluhan tahun.

Di pasar-pasar tradisional yang sudah legendaris, antrean panjang di satu kedai makan bukan karena tren sesaat, tetapi karena kepercayaan pelanggan sesaat, tetapi karena kepercayaan pelanggan pada penjual makanan. Setiap kios memiliki karakter rasa tersendiri yang dikenal pengunjungnya.

Rata-rata penjual makanan kaki lima di sana menyajikan dagangan mereka dengan piring kertas  dan bangku plastik yang menjadi ciri khas tersendiri.

4. Budaya Makan Bersama Sangat Penting

Di Seoul, orang-orang makan sendirian. Kebanyakan hidangan dibaut dalam porsi besar dan disajikan untuk disantap bersama.

Dalam bahasa Korea bahkan memil8iki silsilah shik-gu bererati tradisi keluarga dan makan bersama. Pertanyaan.”Sudah Makan?”bukan basa-basi orang Korea, melainkan ungkapan perhatian atau bentuk rasa kasih sayang.

5. Makanan Sebagai Cerminan Kehidupan Kota Seoul

Kuliner di Seoul mencerminkan cara hidup masyarakatnya. Di tengah ritme kota yang cepat dan modern, kegiatan makan tetap menjadi momen penting untuk berhenti sejenak dan berkumpul.

Beragam hidangan, mulai dari daging panggang Korean BBQ yang disantap bersama hingga modern.

Pola makan ini juga memperlihatkan kesinambungan antar generasi. di mana resep dan kebiasaan makan diwariskan dari masa ke masa.

Kuliner Terites Khas Suku Karo

Kuliner Terites Khas Suku Karo, Kuliner Unik yang Bikin Penasaran

Jakarta – Indonesia adalah negara kaya akan kebudayaan,s ehingga setiap daerah memiliki keunikan yang menjadi ciri, salah satunya makanan. Di karo, Sumatera Utara, ada kuliner unik yang bikin pensaran, namanya kartes.

Baca Juga: Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Terites disebut sebagai makanan unik karena bahan dasar yang digunakan tidak biasa bahkan

terkesan ekstrem yaitu makaan sapi atau kerbau yang sudah berada di lambung.

Kamu tidak salah baca, bahan utama dalam membuat terites adalah sari-sari dari makanan sapi

atau kerbau yang sudah dimakan namun belum dicerna dengan sempurna, masih di bagian ramen bukan yang sudah berada di usus besar.

Terites akan memiliki bau yang menyengat dan terasa pahit jika tidak diolah dengan benars

ehingga masyarakat karo juga sering menyebutnya sebagai pagit-pagit. Dalam Bahasa Karo pagit berarti pahit.

Terites memiliki kuah berwarna kehijauan yang berasal dari sari-sari makanan dan juga daun singkong yang direbus lama.

Proses Memasak yang Panjang dan Lama

Proses pembuatan terites memakan waktu yang cukup lama. Ketiga sapi atau lembu disembelih makanan yang sudah berada di bagian runien dikeluarkan terlebuh dahulu kemudian di sating menggunakan kain.

Setelah mendapatkan sari-sari makanan dan proses penyaringan, sari-sari tersebut kemudian di rebus untuk menghsilkan kaldu sebagai bahan utama pembuatan terites, proses itu memakan waktu 3-6 jam waktu penebusan.

Umunya terites ini dimasak masih menggunakan kayu bakar katena masyarakat Karo menganggap rasanya akan lebih nikmat jika menggunakan cara tradisional.

Setelah mendapatkan kaldu, bahan pelengkap seperti daging, kikil, daun singkong, serta rempah-remmpah ditambahkan untuk menambahkan cita rasa pada terite dan untuk mengurangi bau khas dari makanan tersebut.

Makanan Penting Suku Karo

Bagi masyarakat suku Karo terites adalah warisan bduaya yang wajib untuk dilestarikan. Masyarakat

Suku Karo biasanya menghoidangkan makanan ini di hari-hari pentimg seperti pesta rakyat (nendang-nendeng), memasauki rumah baru, dan acara penting adat Karo lainnya.

Meskipun terkesan sebagai makanan ekstrem dan memiliki bau yang khas, masyarakat

Karo menyakini bahwa terites memiliki khasiat untuk mengubah masalah perut seperti maag.

Meskipun biasanya makanann ini dihidangkan saat acara penting adat Karo, sekarang teristes

ini dapat dinikmati di rumah makan khas Karo jdai apakah kamu tertarik untuk mencoba makanan unik ini saat berkunjung ke daerah Karo.

Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik

Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Jakarta – Traveling pada 2025 bukan lagi sekedar asal pemandangan, melainkan juga pengalaman rasa lewat wisata kuliner Ada 3 Kota di Asia yang direkomendaiskan Michelin Guide 2026 sebagai destinasi wisata kuline terbaik.

Baca Juga: Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Makanan kini menjadi titik awal eksplorasi dunia. Berdasarkan penilaian Michelin Guide Inspectros dan para ahli kuliner, sejumlah destinasi Asia mulkai menonjol

Sebagai tujuan wisata gastronomi yang patut diperhutngkan sebelum semakin ramai dan mahal.

LEwat daftar “The Best Piaces to Travel in 2026 for Food lovers 16 Must-Visit Destinator.”

Benua Asia menyumbang tiga kota yang mampu bersaing dengan destinasi wisata kulinet populer dari Eropa, Timur Tengah sampai Afrika.

1. Cappadocia, Turki

Selama ini dikenak sebagai destinasi wisata kelas dunia, dengan ciri khas balomn udara yang menghiasi langit oranye di atas pemandangan alam indah. Namun pada 2026, kawasan yang masuk daftar Warisan Dunia Unesco ini mulai mencuri perhatian lewat kebangkitan kulinernjya.

Debut Cappadoca dalam Michelin Guide 2026 menandai perubahan penting, dengan 18 restoran terkurasi, satu restoran berbintang One Star Michelin dan lima tempat makan yang meraih Michelin Bio Gourmand.

Keunikan Cappadoca terletak paa kekuatan kuliner lokalnya. Sekitar 70% hidangan menggunakan bahan setempat dengan pendekatan farm-to-table yang kian berkemban. Pengunjung dapat mencicipi sup tradisional, semur daging dalam periuk tanah liat, biji-bijjan kuno, hingga anggur khas Anabila.

Banyak restoran yang menghadirkan pengalaman bersantap autentik di Cappadocia. Teknik fermentasi dan metode memasak tradisional tetap dipertahankan.

Menurut Michelin Guide, fermentasi dan metode memasak tradisional tetap dipertahakan. Menurut Michelin Guide , waktu tebak pengunjung ke Cappadocia adalah bulan april-mei serta Oktober, saat cuaca sejuk dan suasana lebih nyaman.

2. Provinsi Jiangsu, China

Provinsi Jiangshu muncul sebagai salah satu destinasi kuliner paling baru dan berkelas di China, sekaligus ramah di kantong, Michelin Guide mencatat 73 restoran di

Wilayah ini, termasuk 5 restoran berbintang satu atau dari 36 bib Gourmard, Jiangshu dikenal dengan tradisi kuliner berbasis ikan air tawar, terumbu bumbu lembut, serta teknik yang menuntut presisi tinggi.

Kota Sozhou dan Nanjing menjadi pusat utama eksplorasi rasa, Budaya taman taman yang tertata rapi berpadu dengan banyaknya restoran yang menjaga kuinet turun temurun.

Musim semi atau gugur menjadi waktu ideal untuk berkunjung, menghindari musim panas ekstrem terutama di Nanjong yang dijuluki salah satu Tungku Api China.

Menu makanan dengan bahan pangan musiman menjadi daya tarik utama, mencerminkan ketegangan bahan dan keseimbangan rasa. Jiangsu menwarkan pengalaman mendalam bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner China diluar pikuk-pikuk kota metropolitan seperti Shanghai dan Beijing.

3. Fillipina

Dari banyaknya negara di Asia Tenggara, hanya Fillipina yang berhasil menembus masuk daftar Michelin Guide 2026 sebagai destinasi negara dengan kuliner yang wajib dikunjungi.

Kuliner Filllipina akhirnya mendapatkan panggung international yang layak melalui kehadiran Michelin Guide di Manilla dan Cebu. Di Manila, tercatat ada 88 restoran, termasuk 1 restoran berbintang dua Michelin, 7 Restoran berbintang sati Michelin, dan 19 tempat makan dengan predikat Bio Gourmand.

Sementara itu, kota Cebu memiliki 18 restoran terkurasi Michelin dengan enam tempat makan yang sudah masuk Michelin Bio Gourmand. Oencaoaian ini menandai babak baru bagi kuliner Fillipina di mata dunia.

Di balik popularitas restoran modern, masakan tradisonal tetap menjadi jantung kuliner lokal di Fillipina. Hidangan seperti sisig, inasal, dan adobo menampilkan kesimbangan rasa manis, asin, dan juga asam melalui teknik marinasi dan pemanggangan.

Menurut situs Michelin Guide, generasi muda chef Fillipina kini berani memadukan tradisi kuliner tradisional dengan pendekatan internationl. Kota Manila menghadirkan dinamika kota besar dengan pengaruh kuliner dari Amerika, China, dan juga Spanyol.

Sementara Cebu menawarkan fokus makanan pada hasil laut segar. Periode Januari hingga Maret menjadi waktu terbaik untuk menikmati cuaca, bahan pangan, dan juga atmosfer kuliner terbaik di Fillipina.