Cara Chef Junichi Sajikan Kuliner

Cara Chef Junichi Sajikan Kuliner Jepang Halal yang Enak Tanpa Kehilangan Nutrisi

Cara Chef Junichi Sajikan Kuliner Jepang Halal yang Enak Tanpa Kehilangan Nutrisi – Inovasi Chef Junichi menghadirkan kuliner Jepang yang halal, enak, tanpa hilangkan nutrisi. Cocok untuk wisatawan muslim.

Junichi menjelaskan bahwa proses modifikasi bahan bukan berarti mengubah kualitas makanan. Justru, dia memastikan setiap hidangan tetap autentik.

“Awalnya daging tersebut tidak halal lalu berubah menjadi halal. Kemudian diolah menjadi hidangan yang juga halal, tapi nilai gizinya sama sekali tidak berubah,” ujar Junichi dalam acara di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta pada Kamis, 13 November 2025.

Baca Juga: Chef Renatta Moeloek Jodohkan Keju dengan Kuliner Nusantara, Cireng Bandung Hingga Soto Betawi

Salah satu menu yang dibanggakannya adalah Yakimono, olahan daging panggang dengan Jepang bersertifikat halal. Menurutnya, wagyu memiliki minyak alami yang aman bagi tubuh. “Minyak-minyak tersebut sangat bagus. Jadi, tidak menyebabkan masalah pada kesehatan,” ujarnya.

Sashimi Halal tapi Ternyata Tak Sesederhana Itu

Sashimi sering dianggap sebagai pilihan aman bagi muslim karena berbahan dasar ikan. Namun faktanya, bumbu pendamping seperti dan juga  bisa mengandung alkohol. Inilah yang membuat hidangan populer ini tidak otomatis halal.

“Makanan Jepang kebanyakan itu tidak menjadi masalah. Tapi bumbu seperti miso atau shoyu kebanyakan mengandung alkohol. Maka, hari ini kami menggunakan bumbu yang halal,” ujar Junichi.

Selain bahan, teknik pemotongan juga menjadi hal penting. Junichi menekankan bahwa kualitas sashimi bergantung pada cara memotong ikan. Semakin cepat dan juga tepat tekniknya, semakin baik tekstur dan juga nutrisinya.

Berawal dari Rasa Prihatin kepada Wisatawan Muslim

Keinginan Junichi untuk menyajikan kuliner Jepang yang halal berawal dari pengalaman di Kyoto.

Dia sering melihat wisatawan muslim kesulitan menemukan tempat makan halal, padahal kota tersebut adalah salah satu pusat kuliner terbaik di Jepang. Situasi itu membuatnya tergerak.

“Mulai dari situ, sejak 15 tahun yang lalu saya mau membuat makanan Jepang yang memenuhi standar halal,” ujarnya.

Sejak itu, dia terus berupaya menghadirkan hidangan yang aman, lezat, dan juga tetap bernutrisi.

Meski beberapa penyesuaian harus dilakukan, terutama pada bumbu dan juga proses pengolahan, dia memastikan esensi kuliner Jepang tidak hilang.

Keju dengan Kuliner Nusantara

Chef Renatta Moeloek Jodohkan Keju dengan Kuliner Nusantara, Cireng Bandung Hingga Soto Betawi

Chef Renatta Moeloek Jodohkan Keju dengan Kuliner Nusantara, Cireng Bandung Hingga Soto BetawiChef Renatta Moeloek berbagi inspirasi soal keju. Keju selama ini identik dengan bahan “bule,” agak berjarak dengan kuliner Nusantara yang kaya rempah.

Berkaca pada pengalaman di dapur profesional, chef Renatta Moeloek menyimpulkan keju sebenarnya

tidak sebule itu. Ia bisa dijodohkan dengan cireng Bandung, sayur lodeh, bahkan soto Betawi. Keju salah satu bahan serbaguna. Manfaatnya banyak.

“Pertama, keju bisa memberikan Jadi rasa makanan lebih kaya, lebih kompleks, dan punya karakter. Kedua, teksturnya bisa mengikat komponen dalam masakan. Yang ketiga, keju itu fleksibel,” katanya.

Baca Juga: Jejak Rasa, Perayaan Kuliner Nusantara yang Menyatukan Rasa dan Cerita

Keju bisa dijadikan bahan utama, pelengkap, sampai elemen yang bikin sebuah hidangan terasa lebih spesial. Tak heran jika keju jadi salah satu bahan pangan kesayangan chef Renatta Moeloek.

Bukan Sekadar Topping

“Jadi buat saya, keju bukan sekadar tapi komponen penting untuk membangun rasa. Justru seru

kalau kita mainkan keju dalam masakan Nusantara, karena banyak hidangan Indonesia yang kaya bumbu sehingga keju bisa jadi penyeimbang,” ujar chef Renatta.

“Misalnya, di Bandung, kita bisa kombinasikan cireng dengan keju. Atau jajanan pasar seperti risol

atau pastel cocok ditambah keju untuk memberi kontras rasa gurih. Keju juga dapat dipakai menambah  pada lodeh, opor, atau soto Betawi” urainya.

Chef Renatta menekankan, jika teknik memasaknya tepat dan bumbu seimbang, keju bisa menyatu dengan masakan Indonesia tanpa menghilangkan identitas Nusantara. Belakangan, keju makin akrab dengan masyarakat Indonesia salah satunya karena cara simpannya mudah.

Kreativitas Food and Beverage

Chef Renatta lalu berbagi tips menyimpan keju. Jika keju sudah dibuka, simpan di wadah yang bersih

dan kedap udara agar tidak kering. Cukup dalam suhu ruangan asal tidak lembap dan disimpan dalam keadaan tertutup. Dengan demikian, keju bisa bertahan lama.

Ini disampaikan Chef Renatta usai menghadiri Festival Krea di Bandung, Jawa Barat,

dari 28 hingga 30 November 2025. Ajang ini mengusung temadan menghadirkan ratusan menu olahan keju karya 23 kuliner lokal.

Perayaan Kuliner Nusantara yang Menyatukan

Jejak Rasa, Perayaan Kuliner Nusantara yang Menyatukan Rasa dan Cerita

Jakarta – Kuliner Indonesia selalu memiliki cara istimewa untuk menyatukan rasa kenangan dan juga cerita. Dari satu meja makan ke meja lainnya. Warisan kuliner Indonesia terus hidup dan juga berkembang. Semangat itulah yang dihadirkan melalui jejak rasa.

Baca Juga: Ini Tempat Yamie Enak di Jogja: Sensasi Kuliner Mi Gurih Manis yang Wajib Dicoba

Berlangsung selama tiga hari. Jejak Rasa mengajak masyarakat menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia

lewat suasana pasar malan yang semarak, pertunjukan tradisional, hingga pengalaman sinematik yang penuh makna. Festival ini terbuka nntuk umum mulai 19 Desember.

Merayakan Kuliner Lewat Soto, Sambal, dan Juga Nasi

Salah satu sorotan utama jejak Rasa adalah peluncuran trilogi buku kuliner yang mengangkat tiga ikon penting dalam keseharian masyarakat Indonesia. soto, sambal. dan juga nasi. Ketiganya dirangkum dalam buku Telusuri Jalanan Kami Bersama Sot. Telusuri Dapur Kami Bersama Sambal, dan Telusuri Ladang Kami Bersama Nasi.

Melalui Telusuri Jalanan Kami Bersama Soto, pembaca diajak megenal beragam soto Nusantara dengan karakter dan juga topping khas tiap daerah. Telusuri Dapur Kami Bersama Sambal merayakan kreativitas kuliner Indonesia lewat ratusan tradisi sambal yang sarat ekspresii budaya.

Sementara itu, Kami Berasama Nasi menghadirkan penghormatan pada nsi sebagai kehidupan, mulai dari hidangan sehari-hari hingga sajian seremonial yang kaya makna.

Hasil Riset Mendalam Para Pakar Kuliner

Ditulis dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan juga Jepang, Ketiga buku ini lahir dari riset. Mendalam serta diskusi bersama para pakar kuliner Indonesia. Nama-nama seperti William Wongso. Prof, Mudjiati Gardjoto, dan juga Hardian Eko Nurseto turut menjadi narasumber utama. memperjaya isi buku dengan perspektif sejarah.

Pendiri Negeri Elok, Didit Hediprasteyo menyampaikan bahwa. Jejak Rasa merupakan cara untuk merayakan tradisi kuliner Indonesia yang berakar kuat, sekaligus kisah-kisah di baliknya. Melalui festival ini masyarakat diajak kembali menemukan rasa, tradisi, dan juga keberagaman yang membentuk identitas bangsa.

Kuliner Sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Lebih dari sekedar perayaan budaya. Jejak Rasa menyoroti peran kuliner dalam menguatkan ekonomi kreatif. Alton Salim, Direktur indofood, menyampaikan bahwa soto,

sambal, dan juga nasi bukan hanya makanan sehari-hari tetapi kisah yang menyatukan banyak generasi. Inspirasi dari hidangan-hidangan ini pun hadir dalam berbagai produk indofood yang membawa cita rasa Nusantara ke meja makan masyarakat luas.

Persembahan Sinematik dari Yogyakarta

Keistimewaan Jejak Rasa semakin lengkap dengan pemutaran perdana film pendek Jejak Rasa Yogyakarta karya Ganin Nugroho di Teater Keong Emas. Film ini sebelumnya telah ditangkan di Paviliun Indonesia pada Expo 2025 Osaka.

Dibintangi oleh Maudy Ayunda film ini menampilkan interpretasi baru lagu legendaris “Yogyakarta” karya KLa Project yang diransemen ulang secara orkestra oleh Tohpati. Melalui visual cinematik yang puitis, film ini menangkap kehangatan masyarakat kehangatan masyarakat ‘Yogyakarta. Denyut budayanya, serta kekayaan tradisi kuliner yang menjadi jiwa kota tersebut.

Jejak Rasa akan dibuka untuk umum pada 20-21 Desember 2025. Lebih dari sekedar festival, acara ini menjadi undangan untuk kembali memaknai kuliner sebagai bagian dari identitas, memori dari kebanggaan bersama. Karena di setiap rasa, selalu ada berita yang layak untuk dirayakan.

Tempat Yamie Enak di Jogja

Ini Tempat Yamie Enak di Jogja: Sensasi Kuliner Mi Gurih Manis yang Wajib Dicoba

Jogja – Sebuah kota yang tak hanya kaya akan budaya, tetapi juga bagi para pecinta kuliner. Selain gudeg yang melegenda, kini ada hidangan lain yang semakin digandrungi, yaitu yamie, Mi berukuran kecil dengan tekstur lembut serta cita rasa gurih manis.

Baca Juga: Rekomendasi Nasi Jagung Naik Enak di Malang, Spot Kuliner yang Wajib Dicicipi di 2026

Dengan harga yang relatif terjangkau, yamie cocok untuk semua kalangan. Berikut ini telah kami rangkum rekomendasi yamie enak di jogja yang telah teruji kualitasnya, menawarkan cita rasa autentik.

1. Yamie Panda – Ikon Kuliner Modern dengan Banyak Cabang

Yamie Panda Telah dikenal sebagai ikon kuliner modern di Yogyakarta, mudah dikenali dengan logo panda yang menggemaskan dan interior yang menarik untuk berfoto. Dengan lebih dari selusin cabang yang tersebar di berbagai penjuru kota, tempat ini sangat mudah dijangkau oleh para penggemar yamie.

Yamie Panda menawarkan variasi menu yang lengkap, mulai dari yamie polos asin hingga yamie spesial dengan harga yang bervariasi. Selain yamie, tersedia pula menu pendamping seperti bakso, rice bowl, dan dimsum yang tak kalah lezat.

2. Yamie Pathuk – Pelopor Yamie Legendaris di Jogja

Yamie Pathuk merupakan pelopor yamie di Yogyakarta, telah berdiri sejak tahun 1999 dan berhasil mempertahankan konsistensi rasanya selama puluhan tahun. Warung legendaris ini menjadi destinasi wajib bagi para mereka yang ingin menccicipi yamie original khas Jogja.

Poppularitas yamie Pathuk tercermin dari ekspansinya yang kini memiliki lima lokasi, termasuk pusatnya di Jalan Kemitraan Kidul dan cabang-cabang lainnya. Menu pelengkap seperti bakso goreng dan siomay juga tersedia.

3. Mie Ayam Bandung 59 – Perpaduan Sempurna Mi dan Yamie

Meskipun namanya Mi Ayam Bandung 59, restoran ini justru terkenal dengan sajian yamie-nya yang memilki tekstur kenyal dan kuah segar yang mengunggah selera. Berdiri sejak tahun 2026, mereka awalnya berjualan lontong sayur sebelum beralih fokus ke ini.

Mi yang disajikan di sini dibuat sendiri menggunakan mesin di tempat steril, menjamin kelezatan, kesehatan, dan kehigenisan setiap hidangan. Dengan beberapa outlet yang tersebar di Jogja.

4. Yamie Kranggan – Lokasi Strategis dengan Rating Tinggi

Yamie Kranggan telah mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan rating tinggi, mencapai 4,5 bintang dari lebih dari 1.200 ulasan, menunjukan kualitas dan konsistensi rasa yang luar biasa. Lokasinya yang strategis, hanya sekitar 700 meter dari Tugu Jogja, menjadikannya pilihan ideal setelah berkeliling kota.

Yamie pangsit ayam porsi sedang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, memberikan nilai yang baik untuk kualitas yang disajikan. Bagi pelanggan dengan selera makan besar, tersedia yamie jumbo dengan porsi melimpah naum rasa yang tetap terjaga.

5. Yamie Singkawang – Cita Rasa Autentik Kalimantan

Yamie Singkawang menawarkan pengalaman kuliner unik dengan cita rasa autentik yang berasal dari Kalimantan Barat. Restoran ini menyajikan berbagai varian yamie dengan bumbu khas yang membedakannya dari tempat lain.

Keistimewaan Yamie Singkawang terletak pada variasi menu yang beragam, termasuk yamie dengan kuah kaldu terpisah yang kaya rempah, serta topping berlimpah seperti ayam charsiu, bakso, udang, cakwe, dan tauge.

6. Yammie Ketandan – Nuansa Vintage yang Estetik

Yamie Ketandan menghadirkan konsep unik dengan dekorasi tradisional dan vintage yang sangat instagramabble, telah berpoperasi sejak tahun 2017. Interiornya menampilkan  kesan klasik dengan pernak-pernik antik, menciptakan suasana makan yang berbeda dari warung yamie pada umunya.

Enam Varian Yamie ditawarkan dengan harga yang terjangkau, memberikan pilihan yang beragam untuk berbagai selera. Menu pendamping seperti bakso goreng, bakso kuah, pangsit kuah, dan tahu isi melengkapi pengalaman kuliner yang lezat.

Rekomendasi Nasi Jagung Naik Enak

Rekomendasi Nasi Jagung Naik Enak di Malang, Spot Kuliner yang Wajib Dicicipi di 2026

Jakarta – Kota Malang tak hanya memanjakan wisatawan dengan udara sejuk dan panorama alam yang indah, tapi juga dengan ragam kuliner tradisional yang mengunggah selera. Salah satu menu khas yang tak boleh terlewatkan adalah nasi jagung. atau disebut sego empuk oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Rekomendasi Olahan Singkong yang Jarang Dibuat Orang, Inovasi Kuliner yang Mengunggah Selera

Makanan ini merupakan perpaduan nasi putih dan jagung tanak yang menghasilkan rasa gurih alami serta tekstur yang pulen. Tak hanya mengenyangkan,

nasi jagung juga menyimpan nilai nostalgia bagi banyak orang, mengingatkan pada masa kecil dan kehangatan dapur di rumah nenek di kampung.

1. Nasi Jagung Bu Muslikah

Warung Bu Muslikah sudah lama dikenal sebagai ikon nasi jagung di Malang. Terletak di kawasan

Lowokowaru, dekat kampus dan  kios-kiosan mahasiswa tempat ini selalu ramai setiap pagi. Sepiring nasi jagung hangat disajikan dengan lauk seferhana seperti sayur lodeh, ikan asin, tempe goreng, dan sambal terasi pedas yang khas.

Dengan harga yang ramah di kantomg dan rasa yang otentik. Bu muslikah mempertahankan cita rasa tradisional Jawa Timur yang gurih dan menenangkan.

Buka sejak pukul 9.30 pagi sampai 12 siang, banyak pelanggan datang bukan hanya untuk makan, tapi juga bernostalgia dengan suasana rumah desa yang hangat.

2. Nasi Jagung Bu Tatik

Berlokasi di Jl. Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, warung bu Tatik terkenal dengan porsi besar dan pilihan lauk beragam,

Nasi jagung di sini disajikan bersama sayur asem segar, ikan pindang, tempe bacem, sambal terasi, dan kerupuk renyah.

Kelebihan lain warung ini adalah rasa merasakannya yang konsisten dan pelayanan yang ramah.

Buka sejak pagi hingga pukul 10.00, banyak mahasiswa dan pekerja kantoran menjadikannya langganan tetap untuk sarapan atau makan siang. Harga lauknya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 sampai Rp8.000.

3. Nasi Jagung Bu Ribut

Bagi pecinta pedas, Warung Bu Ribut adalah destinasi wajib. Terletak di kawasan Bimbing, nasi jagung di sini terkenal dengan sambal bawangnya yang super pedas dan bikin ketagihan. Lauknya bisa berupa urap sayur, ayam goreng, ikan asin, atau tempe mendoan.

Suasana sederhana, tapi selalu ramai, terutama saat jam makan siang. Banyak pelanggan rela antre karena kombinasi jagung pulen dan sambal khas Bu Ribut memberikan sensasi makan yang autentik dan mengunggah selera.

4. Nasi Jagung Mbak Nur.

Warung Mbak Nur di Jl. Sumbersari Gg. 2 dikenal karena suasananya yang hangat dan cita rasa rasa rumahan.

Seporsinya terdiri dari nasi jagung hangat, sayur bening, ikan asin, sambal, mentah, dan juga tempe goreng. Kesederhanaan menunya justru menjadi daya tarik utama bagi pelanggan tetap.

Mbak nur sendiri dikenal ramah dan juga suka menyapa pelanggan. Banyak mahasiswa Universitas

Brawijaya menjadikan tempat favorit ini untuk sarapan karena rasanya seperti makan di rumah sendir. Porsinya pas, rasanya stabil, dan juga harganya bersahabat.

5. Sego Empok & Nasi Jagung Mak Sukat

Berada di Jl. Bunga Minlia, Lowokaru, warung Mak Sukat menyajukan nasihi jagung dengan porsi hemat dan juga rasa yang lexat. Harga seporsinya hanya sekitar Rp4.000 dengan pilihan lauk khas Jawa timur.

6. Nasi Empok Bu Wakini

Jika ingin menikmati nasi jagung dengan suasana pedesaan, datanglah ke warung Bu Makini di Kota Baru.

Warung ini menyuguhkan nasi empok nasi jagung khas desal dengan pemandangan asri dan juga udara sejuk khas pegunungan.

Buka sejak pukul 6 pagi sampai 4 sore, Kamu bisa menikmati makanan di tempat yang luas dengan rasa area indoor.

Rasa masakannya tetap autentik, gurih, dan juga menengakan, membuat pengunjung merasa seolah makan di rumah nenek di kampung.

Rekomendasi Olahan Singkong

Rekomendasi Olahan Singkong yang Jarang Dibuat Orang, Inovasi Kuliner yang Mengunggah Selera

Singkong – umbi-umbian yang melimpah di Indonesia, seringkali hanya diolah menjadi penganan tradisional seperti singkong rebus, goreng, atau keripik. Namun, potensi singkong jauh lebih besar dari sekadar hidangan klasik yang sudah akrab di lidah masyarakat.

Berbagai kreasi baru ini tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda, tetapi juga

membuka peluang bisnis menarik bagi para pelaku usaha. Dengan sentuhan kreativitas, singkong bisa menjadi bintang utama dalam hidangan yang sebelumnya didominasi bahan lain.

Liputan6 akan mengulas lima olahan singkong yang jarang dibuat orang, namun memiliki cita rasa istimewa dan potensi besar untuk menjadi tren kuliner. Dari hidangan ala

Eropa hingga perpaduan bumbu Nusantara. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Senin (5/1/2026).

1. Skotel Singkong

Skotel singkong merupakan salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang, menawarkan adaptasi menarik dari hidangan klasik Belanda. Biasanya, skotel menggunakan makaroni atau kentang sebagai bahan dasar, namun kini singkong berhasil menggantikan peran tersebut dengan sempurna.

Dalam pembuatannya, singkong yang telah diparut halus dan dikupas bersih dicampurkan ke dalam adonan skotel. Adonan ini umumnya terdiri dari telur, susu cair, saus tomat, sosis, dan berbagai bumbu penyedap.

Baca Juga: Resep Kue Engkak Ketan Khas Palembang: Warisan Kuliner Legit yang Menggugah Selera

Skotel singkong biasanya ditaburi keju parut di atasnya sebelum dipanggang hingga matang. Hasil akhirnya adalah hidangan yang lezat, gurih, dan memiliki daya tarik visual yang menggoda.

2. Pizza Singkong

Mendengar “pizza singkong” mungkin terdengar tidak biasa atau bahkan aneh bagi sebagian orang,

namun ini adalah salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang dan patut dicoba. Inovasi kuliner ini berhasil menggabungkan umbi lokal dengan hidangan populer asal Eropa.

Meskipun detail resep spesifik tidak disebutkan, ide dasar pizza singkong adalah menggunakan singkong sebagai komponen utama, kemungkinan besar sebagai pengganti adonan roti atau sebagai salah satu topping.

Pizza singkong tidak hanya menawarkan pengalaman rasa baru, tetapi juga membuka pintu bagi eksplorasi lebih lanjut dalam dunia kuliner fusion. Hidangan ini bisa menjadi

pilihan menarik bagi mereka yang mencari alternatif unik dari pizza konvensional, sekaligus memperkenalkan singkong dalam bentuk yang lebih modern dan internasional.

3. Brownies Singkong

Brownies singkong adalah variasi modern dari kue cokelat populer yang menghadirkan sentuhan lokal. Ini adalah salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang

namun memiliki potensi besar untuk digemari. Kunci dari kreasi ini adalah penambahan singkong rebus yang telah dihaluskan ke dalam adonan brownies standar.

Salah satu keunggulan brownies singkong adalah rasa singkong yang tidak terlalu menonjol, sehingga banyak penikmatnya mungkin tidak menyadari bahwa bahan dasar

utamanya adalah singkong. Hal ini menjadikannya pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang baru tanpa terlalu jauh dari rasa familiar.

Untuk meningkatkan kenikmatan, brownies singkong dapat ditambahkan dengan parutan keju atau taburan kacang almond. Tambahan ini tidak hanya memperkaya rasa dan tekstur, tetapi juga membuat tampilan brownies menjadi lebih menarik.

4. Salad Singkong

Salad singkong merupakan inovasi olahan singkong yang jarang dibuat orang, menyajikan hidangan sehat dan kaya nutrisi. Konsep ini menggabungkan potongan

singkong rebus yang empuk dengan berbagai sayuran segar. Perpaduan ini menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyegarkan dan menyehatkan.

Tidak hanya sayuran, salad singkong juga dapat diperkaya dengan tambahan sumber protein

seperti daging ayam atau udang. Kombinasi ini memastikan bahwa hidangan memiliki kandungan gizi yang seimbang, mencakup karbohidrat dari singkong dan protein dari daging atau udang.

Penyempurnaan rasa pada salad singkong dilakukan dengan menambahkan saus salad lezat yang sesuai selera. Dengan demikian, salad singkong tidak hanya menawarkan keseimbangan nutrisi, tetapi juga pengalaman rasa yang memuaskan.

5. Singkong Bumbu Rendang

Singkong bumbu rendang adalah salah satu olahan singkong yang jarang dibuat orang, namun menawarkan perpaduan cita rasa Nusantara yang kaya dan autentik.

Hidangan ini menggabungkan singkong dengan bumbu rendang yang terkenal akan rempahnya yang melimpah.

Proses pembuatannya cukup sederhana, dimulai dengan merebus potongan singkong hingga empuk. Setelah singkong siap, kemudian ditumis bersama bumbu rendang yang telah disiapkan.

Hasil akhirnya adalah hidangan unik yang memadukan rasa khas singkong dengan kelezatan bumbu rendang secara bersamaan. Singkong bumbu rendang tidak hanya

memanjakan lidah dengan cita rasa yang mendalam, tetapi juga menunjukkan fleksibilitas singkong dalam beradaptasi dengan masakan Indonesia yang kaya rempah.

Kenapa Orang Korea Jarang Makan Sendiri?

Kenapa Orang Korea Jarang Makan Sendiri? Ini Tradisi dan Kebiasaan Kuliner Uniknya

Jakarta – Seoul! Korea Selatan tak hanya dikenal sebagai pusat budaya populer, tetapi juga kota dengan tradisi kuliner yang kuat. Tradisi ini berakal pada kehidupan sehari-hari warganya.

Makanan di ibu kota Korea Selatan ini mencerminkan nilai budaya, kenbiasaan sosial, hingga cara masyarakat memandang kebersamaan. dari menu makanan sederhana,

pola makan yang berbeda, hingga kebiasaan menyantap hidangan secara bersama-sama, kuliner menjadi bagian penting dalam ritme-hidup kota seoul.

Baca Juga: Kuliner Terites Khas Suku Karo, Kuliner Unik yang Bikin Penasaran

Beragam tradisi makan tersebut masih dijaga di tengah modernisasi Seoul yang bergerak cepat, inilah sejumlah tradisi kuliner khas yang membuat pengalaman bersantap di Seoul istimewa, dilansir dari Induge express.

1.. Ratusan Jenis Kimchi

Bagi banyak wisatawan, kimchi seiring dipersiapkan sebagai sawi putih jelas pedas pendamping nasi. Padahal di Seoul, kimchi merupakan resprentasi bduaya yang jauh lebih luas.

Terdapat ratusan jenis kimchi yang dibuat dari bahan, musiman, dan teknik fermentasi berbeda, mulai dari  kimchi mentimun yang segar hingga kimchi lobak difermentasi berbulan-bulan. Setiap keluarga memiliki resep khas yang diwariskan turun-temurun.

Tradisi membuat kimchi secara bersama-sama pada musim gugur, yang dikenal sebagai kinjang, bahkan diakui Unesco sebagai warisan budaya tak benda.

2. Sarapan Nasi dan Aneka Lauk

Konsep sarapan di Kota Seoul sering mengejutkan pendatang baru dan wisatawan di sana, Tidak ada roti panggang atau sereal khas sarapan Barat yang praktis. Sebaiknya, sarapan disajikan lengkap dengan nasi, sup hangat, dan berbagai lauk pendamping seperti makan siang atau malam.

Filosfinya sederhana, tubuh membutuhkan asupan yang cukups sejak pagi. Semangkuk sup rumput laut atau dibenjang jigae dipercaya memberi energi dan ketenangan sebelum beraktivitas.

Tidak ada pembagian pasti terkait menu yang disajikan saat sarapan atau makan malam dalam budaya Korea. Pola makan ini mencerminkan keseimbangan nutrisi dan gizi seimbang.

3. Jajanan Kaki Lima Beragam di Seoul

Street Food atau jajanan kaki lima di Kota Seoul bukan sekedar cemilan saja, melainkan hasil kesiapan para penjual makanan yang diasah puluhan tahun. Banyak pedagang makanan di Seoul yang hanya menjual satu jenis makanan, seperti tethoboki atau hotteo dan bertahan selama puluhan tahun.

Di pasar-pasar tradisional yang sudah legendaris, antrean panjang di satu kedai makan bukan karena tren sesaat, tetapi karena kepercayaan pelanggan sesaat, tetapi karena kepercayaan pelanggan pada penjual makanan. Setiap kios memiliki karakter rasa tersendiri yang dikenal pengunjungnya.

Rata-rata penjual makanan kaki lima di sana menyajikan dagangan mereka dengan piring kertas  dan bangku plastik yang menjadi ciri khas tersendiri.

4. Budaya Makan Bersama Sangat Penting

Di Seoul, orang-orang makan sendirian. Kebanyakan hidangan dibaut dalam porsi besar dan disajikan untuk disantap bersama.

Dalam bahasa Korea bahkan memil8iki silsilah shik-gu bererati tradisi keluarga dan makan bersama. Pertanyaan.”Sudah Makan?”bukan basa-basi orang Korea, melainkan ungkapan perhatian atau bentuk rasa kasih sayang.

5. Makanan Sebagai Cerminan Kehidupan Kota Seoul

Kuliner di Seoul mencerminkan cara hidup masyarakatnya. Di tengah ritme kota yang cepat dan modern, kegiatan makan tetap menjadi momen penting untuk berhenti sejenak dan berkumpul.

Beragam hidangan, mulai dari daging panggang Korean BBQ yang disantap bersama hingga modern.

Pola makan ini juga memperlihatkan kesinambungan antar generasi. di mana resep dan kebiasaan makan diwariskan dari masa ke masa.

Kuliner Terites Khas Suku Karo

Kuliner Terites Khas Suku Karo, Kuliner Unik yang Bikin Penasaran

Jakarta – Indonesia adalah negara kaya akan kebudayaan,s ehingga setiap daerah memiliki keunikan yang menjadi ciri, salah satunya makanan. Di karo, Sumatera Utara, ada kuliner unik yang bikin pensaran, namanya kartes.

Baca Juga: Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Terites disebut sebagai makanan unik karena bahan dasar yang digunakan tidak biasa bahkan

terkesan ekstrem yaitu makaan sapi atau kerbau yang sudah berada di lambung.

Kamu tidak salah baca, bahan utama dalam membuat terites adalah sari-sari dari makanan sapi

atau kerbau yang sudah dimakan namun belum dicerna dengan sempurna, masih di bagian ramen bukan yang sudah berada di usus besar.

Terites akan memiliki bau yang menyengat dan terasa pahit jika tidak diolah dengan benars

ehingga masyarakat karo juga sering menyebutnya sebagai pagit-pagit. Dalam Bahasa Karo pagit berarti pahit.

Terites memiliki kuah berwarna kehijauan yang berasal dari sari-sari makanan dan juga daun singkong yang direbus lama.

Proses Memasak yang Panjang dan Lama

Proses pembuatan terites memakan waktu yang cukup lama. Ketiga sapi atau lembu disembelih makanan yang sudah berada di bagian runien dikeluarkan terlebuh dahulu kemudian di sating menggunakan kain.

Setelah mendapatkan sari-sari makanan dan proses penyaringan, sari-sari tersebut kemudian di rebus untuk menghsilkan kaldu sebagai bahan utama pembuatan terites, proses itu memakan waktu 3-6 jam waktu penebusan.

Umunya terites ini dimasak masih menggunakan kayu bakar katena masyarakat Karo menganggap rasanya akan lebih nikmat jika menggunakan cara tradisional.

Setelah mendapatkan kaldu, bahan pelengkap seperti daging, kikil, daun singkong, serta rempah-remmpah ditambahkan untuk menambahkan cita rasa pada terite dan untuk mengurangi bau khas dari makanan tersebut.

Makanan Penting Suku Karo

Bagi masyarakat suku Karo terites adalah warisan bduaya yang wajib untuk dilestarikan. Masyarakat

Suku Karo biasanya menghoidangkan makanan ini di hari-hari pentimg seperti pesta rakyat (nendang-nendeng), memasauki rumah baru, dan acara penting adat Karo lainnya.

Meskipun terkesan sebagai makanan ekstrem dan memiliki bau yang khas, masyarakat

Karo menyakini bahwa terites memiliki khasiat untuk mengubah masalah perut seperti maag.

Meskipun biasanya makanann ini dihidangkan saat acara penting adat Karo, sekarang teristes

ini dapat dinikmati di rumah makan khas Karo jdai apakah kamu tertarik untuk mencoba makanan unik ini saat berkunjung ke daerah Karo.

Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik

Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Jakarta – Traveling pada 2025 bukan lagi sekedar asal pemandangan, melainkan juga pengalaman rasa lewat wisata kuliner Ada 3 Kota di Asia yang direkomendaiskan Michelin Guide 2026 sebagai destinasi wisata kuline terbaik.

Baca Juga: Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Makanan kini menjadi titik awal eksplorasi dunia. Berdasarkan penilaian Michelin Guide Inspectros dan para ahli kuliner, sejumlah destinasi Asia mulkai menonjol

Sebagai tujuan wisata gastronomi yang patut diperhutngkan sebelum semakin ramai dan mahal.

LEwat daftar “The Best Piaces to Travel in 2026 for Food lovers 16 Must-Visit Destinator.”

Benua Asia menyumbang tiga kota yang mampu bersaing dengan destinasi wisata kulinet populer dari Eropa, Timur Tengah sampai Afrika.

1. Cappadocia, Turki

Selama ini dikenak sebagai destinasi wisata kelas dunia, dengan ciri khas balomn udara yang menghiasi langit oranye di atas pemandangan alam indah. Namun pada 2026, kawasan yang masuk daftar Warisan Dunia Unesco ini mulai mencuri perhatian lewat kebangkitan kulinernjya.

Debut Cappadoca dalam Michelin Guide 2026 menandai perubahan penting, dengan 18 restoran terkurasi, satu restoran berbintang One Star Michelin dan lima tempat makan yang meraih Michelin Bio Gourmand.

Keunikan Cappadoca terletak paa kekuatan kuliner lokalnya. Sekitar 70% hidangan menggunakan bahan setempat dengan pendekatan farm-to-table yang kian berkemban. Pengunjung dapat mencicipi sup tradisional, semur daging dalam periuk tanah liat, biji-bijjan kuno, hingga anggur khas Anabila.

Banyak restoran yang menghadirkan pengalaman bersantap autentik di Cappadocia. Teknik fermentasi dan metode memasak tradisional tetap dipertahankan.

Menurut Michelin Guide, fermentasi dan metode memasak tradisional tetap dipertahakan. Menurut Michelin Guide , waktu tebak pengunjung ke Cappadocia adalah bulan april-mei serta Oktober, saat cuaca sejuk dan suasana lebih nyaman.

2. Provinsi Jiangsu, China

Provinsi Jiangshu muncul sebagai salah satu destinasi kuliner paling baru dan berkelas di China, sekaligus ramah di kantong, Michelin Guide mencatat 73 restoran di

Wilayah ini, termasuk 5 restoran berbintang satu atau dari 36 bib Gourmard, Jiangshu dikenal dengan tradisi kuliner berbasis ikan air tawar, terumbu bumbu lembut, serta teknik yang menuntut presisi tinggi.

Kota Sozhou dan Nanjing menjadi pusat utama eksplorasi rasa, Budaya taman taman yang tertata rapi berpadu dengan banyaknya restoran yang menjaga kuinet turun temurun.

Musim semi atau gugur menjadi waktu ideal untuk berkunjung, menghindari musim panas ekstrem terutama di Nanjong yang dijuluki salah satu Tungku Api China.

Menu makanan dengan bahan pangan musiman menjadi daya tarik utama, mencerminkan ketegangan bahan dan keseimbangan rasa. Jiangsu menwarkan pengalaman mendalam bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner China diluar pikuk-pikuk kota metropolitan seperti Shanghai dan Beijing.

3. Fillipina

Dari banyaknya negara di Asia Tenggara, hanya Fillipina yang berhasil menembus masuk daftar Michelin Guide 2026 sebagai destinasi negara dengan kuliner yang wajib dikunjungi.

Kuliner Filllipina akhirnya mendapatkan panggung international yang layak melalui kehadiran Michelin Guide di Manilla dan Cebu. Di Manila, tercatat ada 88 restoran, termasuk 1 restoran berbintang dua Michelin, 7 Restoran berbintang sati Michelin, dan 19 tempat makan dengan predikat Bio Gourmand.

Sementara itu, kota Cebu memiliki 18 restoran terkurasi Michelin dengan enam tempat makan yang sudah masuk Michelin Bio Gourmand. Oencaoaian ini menandai babak baru bagi kuliner Fillipina di mata dunia.

Di balik popularitas restoran modern, masakan tradisonal tetap menjadi jantung kuliner lokal di Fillipina. Hidangan seperti sisig, inasal, dan adobo menampilkan kesimbangan rasa manis, asin, dan juga asam melalui teknik marinasi dan pemanggangan.

Menurut situs Michelin Guide, generasi muda chef Fillipina kini berani memadukan tradisi kuliner tradisional dengan pendekatan internationl. Kota Manila menghadirkan dinamika kota besar dengan pengaruh kuliner dari Amerika, China, dan juga Spanyol.

Sementara Cebu menawarkan fokus makanan pada hasil laut segar. Periode Januari hingga Maret menjadi waktu terbaik untuk menikmati cuaca, bahan pangan, dan juga atmosfer kuliner terbaik di Fillipina.