Kuliner Terites Khas Suku Karo, Kuliner Unik yang Bikin Penasaran
Jakarta – Indonesia adalah negara kaya akan kebudayaan,s ehingga setiap daerah memiliki keunikan yang menjadi ciri, salah satunya makanan. Di karo, Sumatera Utara, ada kuliner unik yang bikin pensaran, namanya kartes.
Baca Juga: Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026
Terites disebut sebagai makanan unik karena bahan dasar yang digunakan tidak biasa bahkan
terkesan ekstrem yaitu makaan sapi atau kerbau yang sudah berada di lambung.
Kamu tidak salah baca, bahan utama dalam membuat terites adalah sari-sari dari makanan sapi
atau kerbau yang sudah dimakan namun belum dicerna dengan sempurna, masih di bagian ramen bukan yang sudah berada di usus besar.
Terites akan memiliki bau yang menyengat dan terasa pahit jika tidak diolah dengan benars
ehingga masyarakat karo juga sering menyebutnya sebagai pagit-pagit. Dalam Bahasa Karo pagit berarti pahit.
Terites memiliki kuah berwarna kehijauan yang berasal dari sari-sari makanan dan juga daun singkong yang direbus lama.
Proses Memasak yang Panjang dan Lama
Proses pembuatan terites memakan waktu yang cukup lama. Ketiga sapi atau lembu disembelih makanan yang sudah berada di bagian runien dikeluarkan terlebuh dahulu kemudian di sating menggunakan kain.
Setelah mendapatkan sari-sari makanan dan proses penyaringan, sari-sari tersebut kemudian di rebus untuk menghsilkan kaldu sebagai bahan utama pembuatan terites, proses itu memakan waktu 3-6 jam waktu penebusan.
Umunya terites ini dimasak masih menggunakan kayu bakar katena masyarakat Karo menganggap rasanya akan lebih nikmat jika menggunakan cara tradisional.
Setelah mendapatkan kaldu, bahan pelengkap seperti daging, kikil, daun singkong, serta rempah-remmpah ditambahkan untuk menambahkan cita rasa pada terite dan untuk mengurangi bau khas dari makanan tersebut.
Makanan Penting Suku Karo
Bagi masyarakat suku Karo terites adalah warisan bduaya yang wajib untuk dilestarikan. Masyarakat
Suku Karo biasanya menghoidangkan makanan ini di hari-hari pentimg seperti pesta rakyat (nendang-nendeng), memasauki rumah baru, dan acara penting adat Karo lainnya.
Meskipun terkesan sebagai makanan ekstrem dan memiliki bau yang khas, masyarakat
Karo menyakini bahwa terites memiliki khasiat untuk mengubah masalah perut seperti maag.
Meskipun biasanya makanann ini dihidangkan saat acara penting adat Karo, sekarang teristes
ini dapat dinikmati di rumah makan khas Karo jdai apakah kamu tertarik untuk mencoba makanan unik ini saat berkunjung ke daerah Karo.